<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Logisticology</title>
	<atom:link href="http://logisticology.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://logisticology.com</link>
	<description>Online Solution for Your Logistic</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Jan 2012 02:28:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Logistic Inspection</title>
		<link>http://logisticology.com/logistic-inspection/</link>
		<comments>http://logisticology.com/logistic-inspection/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Dec 2011 09:14:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Logisticology</dc:creator>
				<category><![CDATA[Consulting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://logisticology.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Tujuan Memastikan sistem logistic di perusahaan berjalan sesuai dengan SOP yang berlaku dan tidak ada pelanggaran yang terjadi, terkait dengan peraturan dan etika perusahaan dan SOP. Logistic Inspection ini juga memastikan keakuratan jumlah fisik inventori dengan laporan yang diberikan. Metode Metode yang digunakan adalah audit secara transparan, dengan terlebih dahulu membuat checklist poin yang akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Memastikan sistem logistic di perusahaan berjalan sesuai dengan SOP yang berlaku dan tidak ada pelanggaran yang terjadi, terkait dengan peraturan dan etika perusahaan dan SOP. Logistic Inspection ini juga memastikan keakuratan jumlah fisik inventori dengan laporan yang diberikan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Metode</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Metode yang digunakan adalah audit secara transparan, dengan terlebih dahulu membuat checklist poin yang akan diaudit seperti:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Inventory Stock Count</li>
<li>SOP</li>
<li>Security</li>
<li>Safety &amp; 5R</li>
<li>Documentation</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Waktu &amp; Tempat</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, berkisar antara 3-4 hari kerja</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Harga dan Discount</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bergantung pada scope audit</p>
<div id="attachment_115" class="wp-caption alignnone" style="width: 60px"><a title="Contact Us" href="http://logisticology.com/contact-us/"><img class="wp-image-115  " title="contact-us" src="http://logisticology.com/wp-content/uploads/2011/12/contact-us-150x150.jpg" alt="Contact Us" width="50" height="50" /></a><p class="wp-caption-text">Contact Us</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://logisticology.com/logistic-inspection/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bandara Baru DIY Pusat Kegiatan Jawa Bagian Selatan</title>
		<link>http://logisticology.com/bandara-baru-diy-pusat-kegiatan-jawa-bagian-selatan/</link>
		<comments>http://logisticology.com/bandara-baru-diy-pusat-kegiatan-jawa-bagian-selatan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 13:12:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Writer</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://logisticology.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Bandar udara (bandara) baru Daerah Istimewa Yogyakarta akan dirancang sebagai pusat kegiatan di Jawa bagian selatan. Bandara ini dilengkapi dengan jaringan kereta api, yang menghubungkan bandara dengan pusat Kota Yogyakarta. Demikian diungkapkan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Kamis (15/12/2011), saat berkunjung di Kepatihan, Yogyakarta. &#8220;Ada gagasan yang masih dipelajari, yaitu rencana menjadikan bandara ini sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://logisticology.com/wp-content/uploads/2011/12/sultan+hamengku+buwono+x.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-74" style="margin: 10px;" title="sultan+hamengku+buwono+x" src="http://logisticology.com/wp-content/uploads/2011/12/sultan+hamengku+buwono+x-300x153.jpg" alt="Sri Sultan Hamengku Buwono X" width="300" height="153" /></a>Bandar udara (bandara) baru Daerah Istimewa Yogyakarta akan dirancang sebagai pusat kegiatan di Jawa bagian selatan. Bandara ini dilengkapi dengan jaringan kereta api, yang menghubungkan bandara dengan pusat Kota Yogyakarta.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian diungkapkan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Kamis (15/12/2011), saat berkunjung di Kepatihan, Yogyakarta.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ada gagasan yang masih dipelajari, yaitu rencana menjadikan bandara ini sebagai pusat logistik dan juga penyediaan tempat perawatan dan pemeliharaan pesawat,&#8221; ucap Bambang.</p>
<p style="text-align: justify;">Bambang juga memastikan, pembangunan bandara baru Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dilengkapi dengan jaringan rel kereta api. Dengan demikian, ada keterpaduan antara moda transportasi udara dan moda transportasi darat.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mempercepat realisasi pembangunan bandara baru, dalam tiga bulan mendatang akan ada studi kelayakan. Studi kelayakan ini bertujuan memilih lokasi pembangunan bandara, tata ruang daerah dan udara, daya dukung, serta konektivitas dengan moda transportasi lain.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ada enam titik lokasi yang dijadikan bandara dan sekarang sedang dipilih lokasinya,&#8221; tambah Bambang.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Kulon Progo</p>
<p style="text-align: justify;">Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memastikan, lokasi pembangunan bandara baru DIY di Kabupaten Kulon Progo. Bandara baru DIY dirancang sebagai bandara internasional yang memiliki fasilitas distribusi logistik. Tahun depan, rencana detail pembangunan bandara ini akan terbentuk.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahun 2009 lalu, mantan Bupati Kulon Progo, Toyo Santosa Dipo, sempat berkunjung ke Ceko untuk menegaskan rencana pembangunan bandara baru di Kulon Progo. Sebelumnya, Pemerintah Ceko telah menawarkan diri sebagai penanam modal pembangunan bandara baru ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Waktu itu muncul gagasan dua lokasi di pesisir Kulon Progo yang dirasa sesuai untuk pembangunan bandara, yakni di Pantai Congot, Temon, dan di Pantai Bugel, Panjatan. Kondisi geografis wilayah yang datar dan lapang memungkinkan pembangunan bandara dengan landasan panjang, yaitu empat sampai lima kilometer, sesuai standar internasional</p>
<p style="text-align: justify;">sumber: Kompas</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://logisticology.com/bandara-baru-diy-pusat-kegiatan-jawa-bagian-selatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Garuda-GE Dirikan Corporate University</title>
		<link>http://logisticology.com/garuda-ge-dirikan-corporate-university/</link>
		<comments>http://logisticology.com/garuda-ge-dirikan-corporate-university/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 14:29:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Writer</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://logisticology.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[PT Garuda Indonesia Tbk dan General Electric Indonesia akan mendirikan Corporate University untuk menghasilkan pemimpin masa depan berkualitas di maskapai penerbangan pelat merah ini. Sebagai salah satu tahap menuju pendirian Corporate University ini, Garuda Indonesia dan GE Indonesia melaksanakan penandatanganan kerjasama program pengembangan sumber daya manusia “Leadership &#38; Management Development Program&#8221;. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://logisticology.com/wp-content/uploads/2011/12/large_garuda.jpg"><img class="size-medium wp-image-71 alignleft" style="margin: 10px;" title="large_garuda" src="http://logisticology.com/wp-content/uploads/2011/12/large_garuda-300x162.jpg" alt="Garuda Indonesia" width="300" height="162" /></a>PT Garuda Indonesia Tbk dan General Electric Indonesia akan mendirikan Corporate University untuk menghasilkan pemimpin masa depan berkualitas di maskapai penerbangan pelat merah ini.</p>
<p>Sebagai salah satu tahap menuju pendirian Corporate University ini, Garuda Indonesia dan GE Indonesia melaksanakan penandatanganan kerjasama program pengembangan sumber daya manusia “Leadership &amp; Management Development Program&#8221;. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan CEO GE Indonesia Handry Satriago.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kerjasama pelaksanaan leadership program ini nantinya akan semakin mengembangkan Garuda Indonesia Training Center (GITC) khususnya dalam menghasilkan SDM yang semakin berkualitas yang akan menjadi pemimpin masa depan di Garuda Indonesia,&#8221; kata Emirsyah akhir pekan.</p>
<p style="text-align: justify;">Emirsyah mengatakan bahwa GE diketahui sebagai perusahaan dunia yang memiliki program pengembangan human capital (sumber daya manusia/SDM) yang sangat baik, dan kerjasama pengembangan leadership dengan GE ini dimaksudkan untuk mempersiapkan human capital Garuda Indonesia yang handal dan berkualitas.</p>
<p style="text-align: justify;">“Garuda Indonesia akan menghadapi tantangan yang cukup berat, sehingga harus memiliki human capital yang berkualitas untuk memastikan program pengembangan perusahaan khususnya program Quantum Leap dapat berjalan sesuai rencana, untuk mewujudkan Garuda yang mampu berkompetisi secara internasional” tambah Emir.</p>
<p style="text-align: justify;">CEO GE Indonesia Handry Satriago mengatakan bahwa bahwa GE dan Garuda Indonesia adalah dua perusahaan yang memiliki sinergi yang cukup kuat. “Selain mendukung Garuda dalam bidang operasional termasuk perawatan pesawat, GE juga secara penuh mendukung Garuda dalam pengembangan human capitalnya,” kata Handry.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia menambahkan pihaknya akan bantu membangun Corporate University untuk Garuda Indonesia. &#8220;Konsepnya kita partner, akan jauh lebih menarik jika kita langsung, sharing knowledge, sama-sama membangun kurikulum. Visi kami di indonesia, kami harus memberikan pengembangan lokal talen,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia menambahkan sekolahnya akan dimulai pada awal tahun depan. Pada tahun pertama ajaran akan menerima 50 orang manajemen Garuda.(api)</p>
<p style="text-align: justify;">sumber: Bisnis.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://logisticology.com/garuda-ge-dirikan-corporate-university/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Presiden bahas upaya efisiensi sistem logistik nasional</title>
		<link>http://logisticology.com/presiden-bahas-upaya-efisiensi-sistem-logistik-nasional/</link>
		<comments>http://logisticology.com/presiden-bahas-upaya-efisiensi-sistem-logistik-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 13:13:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Writer</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://logisticology.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar sidang kabinet paripurna guna membahas upaya untuk meningkatkan sistem logistik nasional yang lebih efisien dan lebih baik. &#8220;Kita ingin membuat sistem logistik nasional yang efisien,&#8221; kata Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa. Presiden kemudian bercerita mengenai harga komoditas di beberapa daerah di Indonesia yang sangat mahal. &#8220;Bahkan ada yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://logisticology.com/wp-content/uploads/2011/12/sby.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-77" style="margin: 10px;" title="Susilo Bambang Yudhoyono" src="http://logisticology.com/wp-content/uploads/2011/12/sby.jpg" alt="Susilo Bambang Yudhoyono" width="300" height="200" /></a>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar sidang kabinet paripurna guna membahas upaya untuk meningkatkan sistem logistik nasional yang lebih efisien dan lebih baik.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kita ingin membuat sistem logistik nasional yang efisien,&#8221; kata Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Presiden kemudian bercerita mengenai harga komoditas di beberapa daerah di Indonesia yang sangat mahal.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Bahkan ada yang mengatakan beli komoditas tertentu lebih murah di negara sahabat. Ini tidak bisa terus terjadi, harus ada langkah nyata,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, kata Presiden, pembangunan infrastruktur dan keterhubungan dalam MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) harus dipastikan dapat membuat sistem makin efisien dan kredibel sehingga seluruh rakyat Indonesia dapat membeli barang dan jasa dengan harga yang terjangkau.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kalau toh ada perbedaan harga maka itu yang rasional karena ada biaya transportasi dan sebagainya,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada kesempatan itu Presiden juga mengimbau agar dilakukan peningkatan anggaran belanja modal di APBN.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya berharap dalam APBNP nanti kalau ada sisa anggaran jangan digunakan yang lain, kecuali untuk belanja modal dan pembangunan infrastruktur,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia juga berharap agar anggaran belanja modal pada 2013-2014 jauh lebih besar sehingga masuk akal.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Marilah kita kurangi dan kita pangkas biaya-biaya rutin yang bisa kita hemat,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sidang kabinet paripurna itu diikuti oleh Wakil Presiden Boediono, anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, Gubernur Bank Indonesia, dan Ketua Komite Ekonomi Nasional.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">source: Antara</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://logisticology.com/presiden-bahas-upaya-efisiensi-sistem-logistik-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Man Power Planning</title>
		<link>http://logisticology.com/man-power-planning/</link>
		<comments>http://logisticology.com/man-power-planning/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2008 07:30:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Logisticology</dc:creator>
				<category><![CDATA[Consulting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://logisticology.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Tujuan Menganalisa jumlah karyawan yang ada, terkait dengan load pekerjaan yang dilakukan. Analisa ini akan memberikan gambaran kepada perusahaan tentang peta kekuatan sumber daya manusia sehingga perusahaan dapat mengetahui secara tepat, kapan waktunya untuk menambah tenaga kerja, kapan waktunya melakukan lembur dan juga yang terutama adalah menentukan berapa banyak orang yang mesti dipekerjakan. Program ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong>Tujuan</strong></p>
<p align="justify">Menganalisa jumlah karyawan yang ada, terkait dengan load pekerjaan yang dilakukan. Analisa ini akan memberikan gambaran kepada perusahaan tentang peta kekuatan sumber daya manusia sehingga perusahaan dapat mengetahui secara tepat, kapan waktunya untuk menambah tenaga kerja, kapan waktunya melakukan lembur dan juga yang terutama adalah menentukan berapa banyak orang yang mesti dipekerjakan. Program ini menggunakan metode time study dan work measurement.</p>
<p align="justify"><strong>Metode</strong></p>
<ul>
<li>Scoping</li>
<li>Blueprint design</li>
<li>Time Study</li>
<li>Report</li>
</ul>
<p align="justify"><strong>Waktu &amp; Tempat</strong></p>
<p align="justify">1 s/d 6 bulan, tergantung jumlah pekerjaan yang dianalisa</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Harga &amp; Discount</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Tergantung dari lama waktu pengerjaan dan jumlah pekerjaan yang dianalisa</p>
<div id="attachment_115" class="wp-caption alignnone" style="width: 60px"><a title="Contact Us" href="http://logisticology.com/contact-us/"><img class="wp-image-115  " title="contact-us" src="http://logisticology.com/wp-content/uploads/2011/12/contact-us-150x150.jpg" alt="Contact Us" width="50" height="50" /></a><p class="wp-caption-text">Contact Us</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://logisticology.com/man-power-planning/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saatnya Outsourcing</title>
		<link>http://logisticology.com/saatnya-outsourcing/</link>
		<comments>http://logisticology.com/saatnya-outsourcing/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2008 07:00:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Writer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://logisticology.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Setelah menghadapi krisis ekonomi pada tahun 1997an, banyak perusahaan mulai berpikir untuk melakukan outsourcing terhadap beberapa pekerjaan mereka. Salah satu bagian yang sering mendapatkan porsi oursourcing adalah bagian logistik. Apakah perusahaan anda sudah mencoba menerapkan sistem outsourcing? Jika belum, sebaiknya anda sedikit banyak mulai melirik sistem yang satu ini. Banyak sekali benefit yang diperoleh menggunakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">
<p>Setelah menghadapi krisis ekonomi pada tahun 1997an, banyak perusahaan mulai berpikir untuk melakukan outsourcing terhadap beberapa pekerjaan mereka. Salah satu bagian yang sering mendapatkan porsi oursourcing adalah bagian logistik. Apakah perusahaan anda sudah mencoba menerapkan sistem outsourcing? Jika belum, sebaiknya anda sedikit banyak mulai melirik sistem yang satu ini. Banyak sekali benefit yang diperoleh menggunakan sistem ini.</p>
</div>
<div style="text-align: justify;">
<p>Alasan utama yang membuat orang berpikir untuk meng-outsources kan pekerjaan di perusahaannya adalah Low Risk. Sistem outsourcing menjadi booming karena sistem ini sangat-sangat low risk. Tapi apakah memang benar demikian? Outsourcing secara harafiah dikatakan sebagai penggunaan tenaga luar untuk melakukan pekerjaan di dalam. Metode yang digunakan dalam sistem outsourcing adalah penggunaan sumber daya manusia dari luar perusahaan untuk mengerjakan sebagian atau seluruh kegiatan di dalam perusahaan. Dalam dunia logistik, sering kita jumpai tenaga kasar bongkar muat barang atau yang dalam bahasa gaul disebut &#8216;kuli&#8217;, bekerja dalam sistem outsourcing.</p>
<p>Tenaga luar tersebut dibayar oleh perusahaan melalui perusahaan outsourcer-nya. Biaya yang dikeluarkan biasa &#8216;all-in one&#8217;. Perusahaan tidak perlu lagi memikirkan cost-cost tambahan untuk uang makan, insentive, premi, tunjangan kesehatan, tunjangan makan dan transport. Semuanya itu sudah di handle langsung oleh perusahaan yang menyediakan jasa outsourcing. Boleh dikatakan, sistem ini akan benar-benar low cost di dalam komponen biaya operasional, terutama yang berkaitan dengan tenaga kerja.</p>
<p>Kelebihan lain dari sistem ini adalah low risk di bagian inventory. Banyak perusahaan yang memanfaatkan tenaga ini untuk meng-handle inventory mereka dengan menggunakan sistem punishment. Segala sesuatu yang terjadi di dalam oeprasional pekerjaan, termasuk kemungkinan kehilangan atau kerusakan barang akan menjadi beban dari tenaga outsource. Perusahaan tidak perlu pusing akan kehilangan dan kerusakan barang karena akan diganti oleh pihak outsourcer. Tentu saja klausal-klausal ini sebelumnya harus dijelaskan terlebih dahulu di depan, dan dibuatkan pasal-pasal perjanjiannya.</p>
<p>Sistem pergudangan modern bahkan mulai mengarahkan perusahaan untuk &#8216;menitipkan&#8217; barangnya, sekaligus operasionalnya kepada pihak outsources. Perusahaan mulai berpikir untuk tidak mempunyai gudang, tidak mempunyai karyawan banyak untuk mengurus gudang, namun menyerahkannya ke pihak outsources.</p>
<p>Outsource biasanya menggunakan sistem perhitungan per activity atau per unit produk. Mereka sudah tidak bicara waktu lagi. Jika sekarang anda mempunyai 100 orang karyawan yang digaji bulanan sesuai dengan UMR dengan menghasilkan output 1 juta produk per bulan, mungkin dengan sistem outsource, mereka tidak memerlukan 100 orang, cukup dengan 80 orang saja dengan tetap menghasilkan 1 juta produk per bulan. Jika dibandingkan antara orang yang bekerja sebagai karyawan bulanan dengan sistem outsources, produktivitas yang dihasilkan oleh tenaga outsources pasti jauh lebih tinggi. Hal ini bisa terjadi karena outsurces pasti menggunakan sistem pay per result. Semakin banyak yang dihasilkan, pendapatan orang itu akan semakin banyak pula.</p>
<p>Mari ber-outsourcing!</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://logisticology.com/saatnya-outsourcing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lacak Jalur Distribusi Anda</title>
		<link>http://logisticology.com/lacak-jalur-distribusi-anda/</link>
		<comments>http://logisticology.com/lacak-jalur-distribusi-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2008 05:00:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Writer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://logisticology.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu hal yang paling ditakutkan oleh suatu perusahaan, terutama di bagian sales adalah rusaknya jalur distribusi penjualan dan juga rusaknya harga retail di pasaran. Banyak perusahaan berusaha untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya hal ini dengan cara membuat suatu sistem untuk melacak jalur distribusi barang mulai dari gudang hingga sampai ke end user. Sampai sejauh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">Salah satu hal yang paling ditakutkan oleh suatu perusahaan, terutama di bagian sales adalah rusaknya jalur distribusi penjualan dan juga rusaknya harga retail di pasaran. Banyak perusahaan berusaha untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya hal ini dengan cara membuat suatu sistem untuk melacak jalur distribusi barang mulai dari gudang hingga sampai ke end user. Sampai sejauh manakah cara tersebut dapat bermanfaat, mari kita lihat lebih dalam lagi.</div>
<div style="text-align: justify;">
<p>Banyak cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk melacak jalur distribusi mereka. Mulai dari cara yang terkesan sederhana dan tradisional, hingga ke metode yang menggunakan teknologi mutakhir. Semua metode tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, tinggal mana yang paling cocok dengan kondisi perusahaan, itu yang dicoba untuk diterapkan. Semuanya mempunyai tujuan yang sama yaitu melacak jalur distribusi.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Printing method</strong></span><br />
Metode ini merupakan salah satu metode untuk melacak jalur distribusi dengan memberikan pelabelan yang dicetak pada karton packaging produk yang akan dikirim. Label tersebut biasanya berupa kode-kode khusus yang menunjukkan area pengiriman, distributor, atau agen. Label yang dicetak berupa tulisan atau logo. Keuntungan dari metode ini adalah, label tersebut tidak dapat dihilangkan karena melekat pada karton packaging. Jika ingin menghilangkan jejak harus dilakukan dengan cara merusak packaging. Tentu saja dengan rusaknya karton akan menyebabkan barang tidak dapat dikirim. Keuntungan lain dari metode ini adalah low cost karena cost nya sudah include pada biaya pembuatan packaging yang notabene hanya menambahkan sedikit printing pada salah satu bagian packaging. Adapun kelemahan dari metode ini adalah, perusahaan, terutama bagian gudang, akan sedikit kesulitan untuk melakukan swicth delivery. Untuk perusahaan dengan jumlah inventory besar mungkin tidak terlalu berpengaruh karena mereka punya stok yang cukup banyak. Namun untuk perusahaan yang mempunya level inventory rendah, dengan sistem JIT, mereka akan mengalami kesulitan jika suatu ketika terjadi reject atau mungkin kesalahan planning dalam sistem mereka. Misalkan delivery untuk distributor A 100 unit. Karena ada reject 1 unit, maka harus dicarikan pengganti 1 unit lagi. Karena ditiap-tiap karton packaging sudah diberi label distribusi, bagian gudang harus terlebih dahulu mengganti packaging. Hal ini akan sedikit memperlambat proses pengiriman. Disamping itu, dengan demikian berarti perusahaan harus menyediakan extra packaging untuk berjaga-jaga.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Stamp method</strong></span><br />
Metode ini termasuk cara yang paling sederhana, yaitu dengan membubuhkan stempel pada karton packaging. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kualitas dari packaging dan stempel itu sendiri. Untuk packaging dengan permukaan yang glossy, stempel akan mudah dihapus. Hal ini akan menyebabkan sistem pelacakan menjadi tidak berfungsi. Keuntungan dari sistem ini adalah cost yang sangat rendah dan cepat dalam pelaksanaan. Namun seperti yang telah disebutkan sebelumnya, metode ini kurang cocok jika anda menggunakan packaging yang glossy karena akan mudah dihapus.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Barcode method</strong></span><br />
Sedikit lebih maju dan berbau teknologi, banyak perusahaan mulai menggunakan barcode untuk melakukan traceability terhadap jalur distribusinya. Penggunaan barcode ini sebenarnya sudah sejak lama ada di dunia ini, namun di Indonesia, pengomptimalan fungsi barcode belum terlihat nyata. Cost awal untuk investasi barcode cukup mahal, mengingat perusahaan harus menyediakan komputer, printer, dan barcode scanner sebagai alat baca. Belum lagi biaya operasional untuk kertas barcode dan tinta printer. Pertimbangan cost sering kali menjadi hambatan bagi perusahaan untuk menerapkan teknologi ini. Kelemahan lain dari barcode method adalah fail attemp yang cukup tinggi. Beberapa kasus seperti hasil print barcode yang tergores menyebabkan scanner kesulitan dalam membaca. Keuntungan dari penggunaan barcode adalah, kemampuan traceability yang tinggi, terutama untuk perusahaan manufacture. Barcode dapat digunakan mulai dari proses produksi hingga sampai ke end customer. Hal ini akan memberikan informasi yang sangat lengkap, termasuk kemungkinan value added after sales service seperti traceability terhadap jam produksi dan batch number. Biasanya, barcode menggunakan sebuah ID unik sebagai tools untuk melacak. Hal ini sudah jauh lebih maju dari 2 metode sebelumnya yang hanya melihat tempat tujuan saja. Barcode sudah mulai mengidentifikasi produk per unit nya.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>RFID Method</strong></span><br />
Teknologi terbaru yang mulai populer digunakan di Amerika Serikat, Eropa, Australia, dan beberapa negara maju di Asia adalah RFID, Radio Frequency Identification. Secara fungsional hampir serupa dengan barcode, namun pelaksanaannya, RFID menggunakan semacam chip yang ditanam pada produk yang akan dicatat informasinya. RFID reader biasanya menggunakan semacam sensor yang membaca frekuensi gelombang radio. Invest awal jauh lebih mahal dari barcode. Namun update terkini mengatakan bahwa cost per unit RFID jauh lebih kecil dari barcode. Salah satu keuntungan tambahan RFID adalah karena menggunakan frekuensi gelombang radio. Hal ini menyebabkan RFID reader mampun membaca produk yang telah terintegrasi dengan RFID, meskipun produk tersebut tertutup atau dibatasi oleh suatu benda. RFID dapat digunakan untuk melacak jumlah barang dan jenisnya meskipun berada dalam container yang tertutup</p>
<p>Mencermati 4 metode diatas, perusahaan sebaiknya lebih jeli dalam memilih metode yang akan digunakan. Silakan ditimbang untung ruginya, dan disesuaikan dengan jenis produk yang akan didistribusikan.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://logisticology.com/lacak-jalur-distribusi-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Warehouse Racking System</title>
		<link>http://logisticology.com/warehouse-racking-system/</link>
		<comments>http://logisticology.com/warehouse-racking-system/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2008 04:00:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Writer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://logisticology.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu bagian penting yang tidak dapat lepas dari sistem pergudangan adalah rak. Memang tidak semua gudang menggunakan rak sebagai media penyimpanan mereka. Penggunaan rak ini disesuaikan dengan karakteristik produk yang ada di dalam gudang tersebut. Logistician menyebutnya sebagai sebuah racking system. Di era modern logistic, racking system sudah dikembangkan tidak hanya sebagai media penyimpanan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu bagian penting yang tidak dapat lepas dari sistem pergudangan adalah rak. Memang tidak semua gudang menggunakan rak sebagai media penyimpanan mereka. Penggunaan rak ini disesuaikan dengan karakteristik produk yang ada di dalam gudang tersebut. Logistician menyebutnya sebagai sebuah racking system. Di era modern logistic, racking system sudah dikembangkan tidak hanya sebagai media penyimpanan saja, melainkan dianggap sebagai sebuah entity yangterintegrasi dengan sistem. Kebanyakan ERP sistem modern sudah mengembangkan sistem mereka terintegrasi dengan racking system. SAP, Syteline, dan Microsoft Dynamic AX (Axapta) merupakan beberapa ERP system yang sudah mengakomodir modul untuk racking system.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara umum, klasifikasi rack dibedakan menurut tipe barang dan beratnya. Kedua hal ini merupakan syarat mutlak sebagai pertimbangan dalam pemilihan penggunaan rak. Racking system modern juga sudah menggunakan knock-down model, yang lebih banyak memberikan keuntungan, terutama dari segi fleksibilitas. Knock-down adalah tipe yang dapat dibongkar pasang. Hal ini memudahkan user untuk mengatur tinggi baris dalam rak, dan juga kemungkinan untuk memindahkan lokasi dari satu gudang ke gudang lain.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" style="border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; border-width: 0px; margin: 5px;" title="Knock Down" src="http://logisticology.com/wp-content/uploads/2011/12/knock-down.jpg" alt="knock down modelling" border="0" />Secara umum, knock-down model terdiri dari 2 bagian utama, yaitu frame set dan beam. Frame merupakan kaki dari rak. Untuk system knock-down, frame set terdiri dari dua buah kaki yang disebut sebagai upright post. Kedua kaki ini kemudian dihubungkan dengan beberapa center support sehingga terbentuklah sebuah frame set yang kokoh. Dalam penggunaannya, 2 buah frame set dihubungkan dengan 2 buah beam, didepan dan dibelakang untuk membentuk sebuah kolom demikian seterusnya sehingga menjadi sebuah racking system dalam sebuah warehouse. Penggunaan racing system model ini biasanya digunakan untuk tipe barang medium dan heavy duty.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan berat barangnya, racking system biasanya dibedakan menjadi:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Light-duty shelving</li>
<li>Mid-duty shelving</li>
<li>Heavy-duty racking</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Ketiganya mempunya karakteristik penggunaan yang berbeda, terutama dari segi berat barang per area-nya. Light-duty shelving biasanya digunakan untuk menyimpan barang-barang yang sangat ringan. Racking system ini biasanya tidak pernah menggunakan pallet mengingat berat barang yang sangat ringan dan biasanya juga mempunya dimensi yang kecil. Rak ini biasanya menggunakan papan multiply sebagai alas untuk meletakkan barang. Tipe barang yang biasa disimpan di racking system model ini adalah obat-obatan dan komponen elektronik.Mid-duty digunakan untuk karakteristik barang yang dengan berat medium. Ada dua macam jenis mid-duty, yaitu up mid duty dan down mid-duty. Perbedaan keduanya adalah dilihat dari kecenderungan berat dari barang tersebut. Up adalah tipe rack dengan kecenderungan ke arah yang lebih berat, sedangkan down ke arah yang lebih ringan. Model dari racking system keduanya sudah berbeda. tipe down lebih condong kearah light, dengan menggunakan papan, sedangkan tipe up lebih menyerupai heavy-duty, tanpa menggunakan papan, melainkan menggunakan pallet sebagai gantinya. Model up ini biasanya tidak terlalu tinggi dan masih dapat dijangkau dengan menggunakan tangan biasa atau dengan tangga, tanpa perlu menggunakan forklift. Tipe heavy-duty adalah tipe rak yang mutlak harus menggunakan pallet dalam aplikasinya. Tinggi dari tipe rak ini biasanya hampir mencapai 5 hingga 6 meter. Untuk menjangkaunya diperlukan forklift dengan jangkauan 6 meter atau dengan menggunakan order picker tools. Racking system model ini biasanya banyak digunakan di perusahaan manufacture dengan tipe assembly.</p>
<p>Menurut mekanisme kerjanya, racking system dapat digolongkan menjadi:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mezzanine rack</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" style="border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; border-width: 0px; margin: 5px;" title="Mezzanine Rack" src="http://logisticology.com/wp-content/uploads/2011/12/mezzanine.jpg" alt="contoh mezzanine rack" border="0" />Mezzanine rack adalah salah satu tipe rak yang sering digunakan di sistem pergudangan modern, terutama di bagian finished product mereka. Mezzanine rack adalah tipe rak yang tidak mempunyi batasan area dalam skala kecil. Karena fleksibilitasnya dalam pengaturan dimensi per area-nya, tipe ini sangat cocok digunakan untuk menyimpan barang-barang yang mempunyai dimensi yang besar dengan varian dimensi yang beragam. Salah satu jenis barang yang cocok disimpan dengan mezzanine rack adalah sepeda jadi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Drawer rack</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" style="border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; border-width: 0px; margin: 5px;" title="Drawer Rack" src="http://logisticology.com/wp-content/uploads/2011/12/drawer.jpg" alt="contoh gambar drawer rack" border="0" />Drawer rack adalah salah satu tipe rak yang mempunyai slot drawer menyerupai laci, sehingga memudahkan user untuk mengambil barang. Tipe ini termasuk tipe ligh-duty, biasanya digunakan untuk menyimpan komponen elektronik</p>
<p><br/><br/></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cantilever Rack</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" style="border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; border-width: 0px; margin: 5px;" title="Cantilever Rack" src="http://logisticology.com/wp-content/uploads/2011/12/cantilever.jpg" alt="contoh cantilever rack" border="0" />Cantilever rack adalah tipe rak heavy duty dengan model menyerupai huruf T atau huruf Y. Rak ini biasana digunakan untuk menyimpan produk pipa dan turunannya.</p>
<p><br/><br/><br/></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pallet Rack</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" style="border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; border-width: 0px; margin: 5px;" title="Pallet Rack" src="http://logisticology.com/wp-content/uploads/2011/12/pallet.jpg" alt="contoh pallet rack" border="0" />Pallet rack adalah tipe rak yang paling sering digunakan, terutama untuk perusahaan manufacture. Tipe ini cocok untuk perusahaan assembly dengan jumlah komponen yang banyak. Model ini menggunakan pallet standar untuk meletakkan barang.</p>
<p><br/><br/></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Drive-In Rack</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" style="border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; border-width: 0px; margin: 5px;" title="Drive-In Rack" src="http://logisticology.com/wp-content/uploads/2011/12/drive-in.jpg" alt="contoh drive-in rack" border="0" />Drive-in rack adalah turunan dari jenis pallet rack. Drive-in rack membutuhkan pallet dengan design khusus yang mempunyai lobang dibagian bawah untuk dapat dimasukkan ke dalam raknya. Jalur keluar masuk barang rak model ini berbeda dengan tipe pallet rak. Untuk mengambil atau memasukkan barang, forklift akan melewati kedua buah kaki frame-set menuju ke dalam drive-in rack.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemilihan penggunaan rak dalam sistem pergudangan harus disesuaikan dengan karakteristik barang yang akan disimpan. Hal ini mutlak harus diperhitungkan saat melakukan desain layout pergudangan. Beberapa pertimbangan penting yang terkait dengan pemilihan racking system dan desain layout adalah:</p>
<ol>
<li>Tipe barang</li>
<li>Dimensi dan berat barang</li>
<li>Luas gudang</li>
<li>Material handling yang digunakan (terutama jenis forklift jika menggunakan)</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://logisticology.com/warehouse-racking-system/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Freight Container</title>
		<link>http://logisticology.com/freight-container/</link>
		<comments>http://logisticology.com/freight-container/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2008 03:00:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Writer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://logisticology.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Container atau yang dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai peti kemas adalah salah satu alat untuk mengemas barang (kargo) yang dapat diangkut dengan mudah menggunakan truk, kapal, atau pesawat terbang. Dari fitur nya yang mempunyai banyak kemudahan transportasi ini, container akhirnya menjadi pilihan utama pengangkutan barang, terutama untuk lintas pulau atau lintas negara. Maersk Keuntungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Container atau yang dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai peti kemas adalah salah satu alat untuk mengemas barang (kargo) yang dapat diangkut dengan mudah menggunakan truk, kapal, atau pesawat terbang. Dari fitur nya yang mempunyai banyak kemudahan transportasi ini, container akhirnya menjadi pilihan utama pengangkutan barang, terutama untuk lintas pulau atau lintas negara.<br />
Maersk</p>
<p style="text-align: justify;">Keuntungan menggunakan container</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Cost relatif murah</li>
<li>Lebih aman terhadap produk karena tahan karat dan anti air</li>
<li>Validasi jauh lebih secure karena menggunakan segel / seal</li>
<li>Kapasitas cukup besar dan tersedia dalam berbagai ukuran</li>
<li>Mudah untuk dilacak karena mempunya nomer ID yang unik</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Standarisasi ID Container<br />
ID Container atau nomor container merupakan salah satu hal yang wajib ada pada sebuah container. Nomor container terdiri dari 4 buah huruf dan 7 buah angka. 3 huruf pertama merupakan kode dari pemilik container, 1 huruf berikutnya merupakan identifikasi untuk kategori container. Ada 3 buah kategori yang digunakan yaitu:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>U untuk all freight container</li>
<li>J untuk detachable freight container</li>
<li>Z untuk trailer</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">6 angka pertama merupakan serial number penanda jati diri container dari masing-masing provider. 6 nomor ini merupakan nomor yang unik. Tidak mungkin ada kesamaan. Digit angka terakhir merupakan penanda validasi dari gabungan karakter-karakter sebelumnya. Ada aturan perhitungan untuk menentukan digit terakhir dari sebuah nomor container. Berikut adalah perumusannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Huruf A sampai dengan Z diwakili dengan angka 10, berturut-turut sampai dengan 38, dengan melewatkan angka 11, 22, dan 33. A berarti angka 10, sedangkan Z berarti angka 38. Setelah mengkonversi huruf menjadi angka, kita mendapatkan 10 buah angka. Perhitungan selanjutnya adalah menggunakan rumus 2 pangkat n-1 dimana n merupakan urutan digit nomor container dan mengalikan hasil 2 pangkat n-1 itu dengan angka masing-masing sesuai dengan urutan digitnya. Hasil perkalian itu kemudian dijumlahkan (a) dan dibagi dengan angka 11. Ambil bilangan bulatnya, kemudian kalikan dengan angka 11 (b). Kita mendapatkan 2 bilangan dari (a) dan (b). Hitung selisihnya, itulah yang merupakan digit terakhir dari nomor container.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai contoh:</p>
<p style="text-align: justify;">HLXU 4079216<br />
HLX merupakan kode dari Hapag Lloyd, sedangkan U menunjukkan bahwa container tersebut merupakan freight container. 6 angka pertama adalah nomer unik dari Hapag. Sedangkan angka 6 didapatkan dengan cara perhitungan sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;">Step 1:</span><br />
H = 18, L =23, X = 36, U = 32<br />
<span style="text-decoration: underline;">Step 2:</span><br />
(18&#215;1) + (23&#215;2) + (36&#215;4) + (32&#215;8) + (4&#215;16) +(0&#215;32) + (7&#215;64) + (9&#215;128) + (2&#215;256) + (1&#215;512) = 3152 (a)<br />
<span style="text-decoration: underline;">Step 3:</span><br />
3152 / 11 = 286.5455 ? 286 x 11 = 3146 (b)<br />
3152 &#8211; 3146 = 6. Didapatkan digit terakhir adalah angka 6.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa provider layanan container terkenal di dunia adalah:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><a title="Maersk website" href="http://www.maersk.com/" target="_blank">A.P. Moller-Maersk Group</a></li>
<li><a title="MSC website" href="http://www.mscgva.ch/" target="_blank">Mediterranean Shipping Company S.A.</a></li>
<li><a title="CMA website" href="http://www.cma-cgm.com/" target="_blank">CMA CGM</a></li>
<li><a title="Evergreen Marine website" href="http://www.evergreen-marine.com/" target="_blank">Evergreen Marine Corporation</a></li>
<li><a title="Hapag Lloyd website" href="http://www.hapag-lloyd.com/" target="_blank">Hapag-Lloyd</a></li>
<li><a title="China Shippinh website" href="http://www.cscl.com.cn/?lang=en" target="_blank">China Shipping Container Lines</a></li>
<li><a title="APL website" href="http://www.apl.com/" target="_blank">American President Lines</a></li>
<li><a title="Hanjin Website" href="http://www.hanjin.com/" target="_blank">Hanjin-Senator</a></li>
<li><a title="COSCO website" href="http://www.cosco.com/" target="_blank">COSCO</a></li>
<li><a title="NYK Line website" href="http://www2.nykline.com/home/index.html" target="_blank">NYK Line</a></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Container dibedakan menurut ukuran (dimensi) dan jenis containernya. Keduanya merupakan gabungan kombinasi. Ada 3 jenis ukuran container yang lazim digunakan, yaitu 20&#8242;, 40&#8242; dan 45&#8242;. Ketiganya tersedia dalam2 jenis, yaitu standar dan high cube. Perbedaan antara standart dan high cube adalah pada tinggi container. Container high cube mempunyai dimensi tinggi yang lebih daripada container standar, yaitu 9&#8217;6&#8243; atau sekitar 2.896 m, dibandingkan dengan tinggi container standar, yaitu 8&#8217;6&#8243; (2.591m). Biasa untuk container jenis high cube memiliki tanda berupa garis-garis miring dengan warna mencolok di atas pintunya. Ketiga container tersebut memiliki perbedaan pada panjang dimensi panjangnya, yaitu 20&#8242; (6.096 m), 40&#8242; (12.192 m), dan 45&#8242; (13.716 m). Ketiganya memiliki lebar yang sama, yaitu 8&#8242; atau sekitar 2.438 m. Semua ukuran tersebut adalah ukuran exteriornya atau bagian luar.</p>
<p style="text-align: justify;"><img style="border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; border-width: 0px; margin: 5px;" title="20' container" src="http://logisticology.com/wp-content/uploads/2011/12/20%27.jpg" alt="contoh container 20'" border="0" /><img style="border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; border-width: 0px; margin: 5px;" title="40' container" src="http://logisticology.com/wp-content/uploads/2011/12/40%27.jpg" alt="contoh container 40'" border="0" /><img style="border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; border-width: 0px; margin: 5px;" title="40' HQ container" src="http://logisticology.com/wp-content/uploads/2011/12/hicube.jpg" alt="contohn container 40'HQ" border="0" /></p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan jenis containernya, container antara lain dibedakan menjadi:</p>
<p style="text-align: justify;">Dry Steel</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" style="border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; border-width: 0px; margin: 5px;" title="Dry Steel Container" src="http://logisticology.com/wp-content/uploads/2011/12/dry-steel.jpg" alt="contoh dry steel container" width="115" height="96" border="0" />Merupakan jenis container biasa, dengan 6 sisi tertutup. Hanya dapat dibuka melalui pintu bagian belakang. Container ini biasa digunakan untuk membawa barang-barang, terutama yang sudah di packaging rapi dalam bentuk box. Jenis container ini merupakan jenis container yang paling banyak digunaka di dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Reefer</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" style="border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; border-width: 0px; margin: 5px;" title="Reefer Container" src="http://logisticology.com/wp-content/uploads/2011/12/reefer.jpg" alt="contoh reefer container" width="129" height="97" border="0" />Merupakan jenis container yang dilengkapi dengan pendingin (refrigerator) dengan pengatur suhu antara -25<sup>o</sup>C hingga 25<sup>o</sup>C</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Platform</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" style="border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; border-width: 0px;" title="Platform Container" src="http://logisticology.com/wp-content/uploads/2011/12/platform.jpg" alt="contoh platform container" width="130" height="98" border="0" />Platform adalah container tanpa dinding dan atap. Hanya mempunyai alas saja sebagai tempat membawa barang. Biasa digunakan untuk membawa drum product, crate, dan mesin</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Open Top</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" style="border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; border-width: 0px; margin: 5px;" title="Open Top Container" src="http://logisticology.com/wp-content/uploads/2011/12/open-top.jpg" alt="contoh open top container" width="120" height="74" border="0" />Merupakan jenis container yang bagian atap nya terbuka. Biasa digunakan untuk membawa mesin berat dan mineral</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Open Side</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" style="border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; border-width: 0px; margin: 5px;" title="Open Side Container" src="http://logisticology.com/wp-content/uploads/2011/12/open-side.jpg" alt="contoh open side container" width="135" height="101" border="0" />Adalah jenis container yang bagian samping nya (dinding kanan dan kiri) terbuka. Biasa digunakan untuk membawa barang dengan ukuran lebar pallet yang diatas standar.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sampai saat ini, fungsi container masih belum dapat tergantikan dengan alat angkut apapun, terutama untuk tujuan goods movement lintas pulau dan lintas negara. Salah satu kelemahan dari penggunaan container ini adalah kemungkinan terjadinya cuaca yang tidak bersahabat selama perjalanan di laut. Menurut informasi dari National Geographic News, sedikitnya ada 10,000 container hilang setiap tahunnya di laut karena terkena badai.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://logisticology.com/freight-container/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Forklift</title>
		<link>http://logisticology.com/forklift/</link>
		<comments>http://logisticology.com/forklift/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2008 02:30:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Writer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://logisticology.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Forklift atau yang juga sering disebut sebagai lift truck adalah salah satu material handling yang paling banyak digunakan di dunia logistic. Tujuan utama dari penggunaan forklift adalah untuk transportasi dan mengangkat. Sejarah forklift pertama kali diawali pada tahun 1906. Pennsylvania Railroad memperkenalkan sebuah batery platform truck untuk memindahkan barang. Perkembangan selanjutnya banyak terjadi pada saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Forklift atau yang juga sering disebut sebagai lift truck adalah salah satu material handling yang paling banyak digunakan di dunia logistic. Tujuan utama dari penggunaan forklift adalah untuk transportasi dan mengangkat. Sejarah forklift pertama kali diawali pada tahun 1906. Pennsylvania Railroad memperkenalkan sebuah batery platform truck untuk memindahkan barang. Perkembangan selanjutnya banyak terjadi pada saat perang dunia I. Konon menurut sejarah, dunia logistik sangat dipengaruhi oleh adanya perang.</p>
<p style="text-align: justify;">Forklift modern sekarang sudah berbeda jauh dengan sejarah awal forklift yang ada. Forklift modern benar-benar difokuskan untuk kedua hal utama, yaitu transportasi dan mengangkat. Bagian-bagian utama dari sebuah forklift adalah:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Fork</strong><br />
Adalah bagian utama dari sebuah forklift yang berfungsi sebagai penopang untuk membawa dan mengangkat barang. Fork berbentuk dua buah besi lurus dengan panjang rata-rata 2.5 m. Posisi peletakan barang di atas pallet masuk ke dalam fork juga menentukan beban maksimal yang dapat diangkat oleh sebuah forklift</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Carriage</strong><br />
Carriage merupakan bagian dari forklift yang berfungsi sebagai penghubung antara mast dan fork. Ditempat inilah fork melekat. Carriage juga berfungsi sebagai sandaran dan pengaman bagi barang-barang dalam pallet untuk transportasi atau pengangkatan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mast</strong><br />
Mast adalah bagian utama terkait dengan fungsi kerja sebuah fork dalam forklift. Mast adalah satu bagian yang berupa dua buah besi tebal yang terkait dengan hydrolic system dari sebuah forklift. Mast ini berfungsi untuk lifting dan tilting.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Overhead Guard</strong><br />
Overhead guard merupakan pelindung bagi seorang forklift driver. Fungsi pelindungan ini terkait dengan safety user dari kemungkinan terjadinya barang yang jatuh saat diangkat atau diturunkan, juga sebagai pelindung dari panas dan hujan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Counterweight</strong><br />
Counterweight merupakan bagian penyeimbang beban dari sebuah forklift. Letaknya berlawanan dengan posisi fork.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bagian-bagian forklift</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img style="border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; border-width: 0px;" title="Bagian-bagian forklift" src="http://logisticology.com/wp-content/uploads/2011/12/bagian-forklift.jpg" alt="Penjelasan mengenai bagian-bagian dari sebuah forklift" border="0" /></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut sumber energi yang digunakan, ada 2 macam jenis forklift yang saat ini populer digunakan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Forklift Diesel</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img style="border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; border-width: 0px;" title="Forklift Diesel" src="http://logisticology.com/wp-content/uploads/2011/12/forklift-diesel.jpg" alt="Contoh gambar forklift diesel" border="0" /></p>
<p>Forklift ini menggunakan mesin diesel sebagai penggeraknya. Secara otomatis, forklift ini berbahan bakar solar dan biasanya memiliki jenis ban yang terbuat dari karet seperti ban kendaraan pada umumnya.</p>
<p><strong>Forklift Elektrik</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img style="border-style: initial; border-color: initial; border-image: initial; border-width: 0px;" title="Forklift Elektrik" src="http://logisticology.com/wp-content/uploads/2011/12/forklift-electric.jpg" alt="contoh gambar forklift elektrik" border="0" /><br />
Forklif ini menggunakan tenaga batery sebagai sumber energinya. Batery ini mempunyai lifetime sehingga diperlukan sebuah alat untuk mer-recharge sehingga batery dapat berfungsi kembali. Fungsi perawatan ini sangat penting untuk kelangsungan hidup dari sebuah batery.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa forklift manufacture yang cukup terkenal di dunia antara lain:</p>
<ol>
<li><a title="Toyota Forklift Websiste" href="http://www.toyotaforklift.com/" target="_blank">Toyota</a></li>
<li><a title="Jungheinrich website" href="http://www.jungheinrich.com/" target="_blank">Jungheinrich</a></li>
<li><a title="Komatsu website" href="http://www.komatsu.com/" target="_blank">Komatsu</a></li>
<li>Mitsubishi</li>
</ol>
<p>Beberapa pertimbangan yang biasanya digunakan dalam memilih sebuah forklift antara lain:</p>
<ol>
<li>Jenis medan yang ditempuh oleh forklift</li>
<li>Jenis barang dan berat barang</li>
<li>Layout gudang</li>
</ol>
<p>Sampai saat ini, fungsi forklift masih belum dapat tergantikan. Dengan perubahan perkembangan dunia logistik yang begitu cepat, keberadaan sebuah forklfit masing sangat diperlukan. Persaingan kecepatan menjadi salah satu pertimbangan mengapa orang masih memilih menggunakan forklift sebagai satu-satunya material handling yang digunakan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://logisticology.com/forklift/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

