Home Blog Penerapan TOC

Penerapan TOC

Beberapa waktu yang lalu, company tempat saya bekerja sekarang menerapkan sistem baru, yaitu Theory of Constaints (TOC). Secara garis besar, TOC ini merupakan sebuah filosofi management yang bertujuan untuk pencapaian tujuan secara terus menerus. Salah satu hal yang harus dicapai dalam waktu dekat ini adalah penurunan level stok dan pemerataan distribusi.

 

Sebuah perubahan yang sangat signifikan terjadi selama proses ini dikembangkan. Yang nampak sangat jelas adalah penurunan level stok sebesar 50%. Ada sebuah cerita yang mengatakan bahwa inventori adalah kuburan bagi tiap perusahaan. Jika perusahaan ingin tetap eksis, salah satu caranya dalah dengan mengurangi level stok. Untuk saat ini level stok sudah berhasil dikurangi sebesar 50%, namun permasalahannya, karena planning yang kurang matang, level setok yang rendah ini menyebabkan ada beberapa item yang berada dalam level kritis.

 

Proses pengontrolan level stok, dilakukan dengan metode traffic light. Green level menunjukkan bahwa level stok masih aman, sesuai dengan level stok yang ideal. Yellow Level, merupakan level stok dimana tim planning mesti mulai mempersiapkan order untuk memenuhi stok barang agar mencapai titik ideal. Sedangkan red level adalah suatu kondisi kritis dimana barang sudah benar-benar berada di bawah level ideal. Komitmen dari management untuk menjalankan sistem ini hingga ke level distributor dan agen menyebabkan tim supply chain harus melakukan kontrol terhadap level inventory distributor. Jika dulu saya melakukan supply barang ke distributor secara masal, sekarang beda, boleh dikatakan seperti melakukan supply barang ke retailer. Dengan target penurunan level stok dan pemerataan produk, walhasil tim gudang setiap harinya disibukkan dengan delivery order dengan variasi item yang sangat banyak dan memiliki jumlah kecil tiap item nya. Belum lagi ditambah dengan lead time yang cukup sempit, menyebabkan munculnya banyak Delivery Order dengan tipe item yang sama berulang-ulang. Namun hal ini bukan kesalahan pembuatan Delivery Order, melainkan karena hasil perhitungan level stok.

Butuh komitmen matang dari masing-masing tim untuk menjalankan hal ini. Beberapa hal yang terjadi saat awal-awal penerapan proses ini adalah

  • Secara psikologis, tim gudang kaget dengan perubahan yang terjadi, dari mass menjadi retail
  • Ketidaksiapan secara mental menyebabkan sering muncul kesalahan dalam pengiriman barang
  • Waktu loading menjadi lebih lama
  • Pengiriman berubah dari truk ukuran besar menjadi sedang atau kecil
  • Frekuensi pengiriman menjadi lebih banyak
  • dan lain-lain

Bersiaplah jika management anda akan mengimplementasikan sistem seperti ini.